Monday, January 08, 2007

Permasalahan di Daycare

Sebagian orangtua yang sedang memutuskan akan menggunakan jasa daycare, tentunya ingin tahu juga permasalahan apa ya kira-kira yang akan muncul nanti --tentunya dari pengalaman orangtua yang lain, karena kita pasti punya kekuatiran sendiri, selain dari pengalaman.

Saat ini, atala sudah memasuki bulan ke-4. dan ini adalah permasalahan yang saya temukan:

1. Antar Jemput yang Melelahkan
Bagi anak, mungkin antar jemput bisa menjadi adaptasi yang melelahkan. Rumah saya yang di Kp. Melayu- ke Keen Kids Kuningan memang tidak terlalu jauh, tapi saya menggunakan motor, jadi cukup bikin lelah Atala. Yang membuat semuanya lebih heboh lagi adalah, saat bulan desember lalu kami harus mengungsi ke rawamangun karena rumah harus direnovasi. Disinilah kelelahan yang sesungguhnya terjadi bagi Atala. Rawamangun-Kuningan-Rawamangun, memang jauh..naik motor pula, dan saat ini sedang memasuki musim hujan. Meskipun hujan tidak turun sekalipun, udara tetap terasa dingin sekali. Walhasil, sepanjang bulan desember, atala sakit-sakitan terus, dan sering absen dari daycarenya. Dan akhir desember kemarin, atala masuk daycare seperti di awal masuk kemarin (menangis, tidak mau masuk, dll.)

Saat ini, baru 2 hari ini kami sudah kembali ke kp. melayu, tetapi atala masih mengalami malesnya harus naik motor. Jadi, dua pagi ini, atala merajuk dulu dan memilih tidur2an dikasur sambil menonton TV. Terlihat sekali kalau atala capek dan ga ingin pergi. Bahkan jaket yang saya pake setiap naik motor, ditariknya dan dibuang, menunjukkan bahwa dia menolak kami semua pergi. Sedih juga ya liat atala seperti itu.

Tapi pagi ini, Atala masuk ke daycare tanpa menangis lagi dengan sukses. Walaupun Atala masih menolak naik motor, tapi disepanjang motor saya ajak ngobrol kegiatan dia selama di daycare. Saya tanya, atala biasanya di daycare ngapain aja ya? sama siapa ya? main apa aja ya? ya..cuap-cuap terus deh. Sampe di daycarenya, atala langsung menunjuk motor2an, langsung main. Saya yang melambaikan tangan didepan pintu dibalas dengan cengiran lebar, bukan tangisan. Alhamdulillah.

2. Makanan yang berbeda
Saat awal-awal atala di daycare adalah 2 minggu sebelum pengasuh lamanya keluar. Jadi, selama 2 minggu, setiap weekend Atala masih diasuh oleh pengasuh yang terdahulu. Yang saya perhatikan adalah, saat itu atala jadi suka mengemut makanannya, bahkan melepeh. Padahal sebelumnya tidak. Memang sih, Atala baru sekitar sebulan diperkenalkan makanan kasar, setelah sebelumnya masih makan nasi lembek.

Saat ini, semenjak atala di daycare, saya agak kesulitan memberinya makan. Makanan yang saya berikan pasti selalu dilepeh. Kalaupun berhasil saya suapi, biasanya hanya 3-4 suap saja.

Usut punya usut, mungkin karena pergantian pengasuh, di daycare, atala menolak makanan kasar. Meskipun disana masih nasi lembek, tapi atala juga tidak suka menguyah (langsung ditelen). Memang sih, makanannya habis (jadi didaycare atala tetap terjamin makanannya), tapi akhirnya pengasuhnya harus menghaluskannya, walaupun tidak sampai halus2 banget. Jadi, makanan atala kembali lembek deh.

Saya juga memikirkan kemungkinan, mungkin saja makanan yang mereka buat berbeda dengan bikinan saya, sementara atala kan lebih banyak makan di daycare. Sebelumnya, pengasuhnya selalu yang masak. Apalagi saya juga tidak terlalu pandai masak. Selain itu, variasi makan di daycare lebih banyak dan lebih oke, ketimbang kalo saya yang masak.

Ini adalah permasalahan yang masih saya cari jalan keluarnya. Tapi saat ini, Atala sih sangat suka makan sayur rebus2an (digadoin gitu wortel rebus/kacang polong rebus/buncis rebus) dan buah2an..jadi saya tidak terlalu kuatir.

1 Comments:

Anonymous Yanita said...

Wah ternyata begitu, ya masalahnya.
Teman saya punya daycare yang baru beroperasi. Memang dia buat makanan anak tergantung umur dan kebiasaan anak dirumah.
Kalau anak umur 3 tahun yang harusnya makan sudah makan nasi dan dirumah makan masih nasi lembek/ bubur, maka dia juga sediakan itu. Dan kayaknya harus ada peralihan pelan-pelan dari bubur ke nasi, karena nggak bagus juga buat pencernaan dan gigi kalau masih makan bubur, tapi sudah cukup umur.
Kalau pakai cara itu boleh nggak ya Moms?
Sekalian numpang promosi TPA boleh kan?

Profilenya dapat dilihat di: http://tpa-omahcilik.com.

Terima kasih,
Yanita - Mama Hary

6:23 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home